<p>Kegiatan ilmiah ini diikuti 118 pemakalah yang berasal dari 27 perguruan tinggi dalam negeri serta satu perguruan tinggi luar negeri, yakni University of Malaya, Malaysia. Seminar ini menjadi forum strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk bertukar gagasan serta mempresentasikan hasil penelitian terbaru di bidang pertanian.</p>
<p>Ketua panitia pelaksana Yanto Tampubolon mengatakan, seminar nasional tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi akademik sekaligus mendorong pengembangan riset yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian.</p>
<p>&ldquo;Sebanyak 118 pemakalah berpartisipasi dalam kegiatan ini yang berasal dari 27 perguruan tinggi dalam negeri dan satu perguruan tinggi luar negeri, yaitu University of Malaya dari Malaysia,&rdquo; ujarnya dalam siaran pers UHN Medan, Jumat (13/3/2026).</p>
<p>Sejumlah perguruan tinggi ternama turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, antara lain Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, serta Universitas Sumatera Utara.</p>
<p>Selain kalangan akademisi, seminar ini juga melibatkan sejumlah lembaga pemerintah seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Utara.</p>
<p>Rektor UHN Medan Richard A. M. Napitupulu mengapresiasi pelaksanaan seminar nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ilmiah seperti ini penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.</p>
<p>&ldquo;Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghasilkan penelitian yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan, termasuk meningkatkan ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Seminar yang mengusung tema &ldquo;Big Hybrid Meetings&rdquo; ini membahas berbagai bidang keilmuan, mulai dari produksi dan budidaya tanaman, pemuliaan dan genetika, bioteknologi, ilmu tanah dan pemupukan, perlindungan tanaman, teknologi pertanian, ketahanan pangan, hingga sosial ekonomi dan agribisnis.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber utama Edi Santoso, Guru Besar dari Institut Pertanian Bogor, serta Yusfahri Parangin Angin yang merupakan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara.</p>
<p>Melalui seminar nasional ini diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, peneliti, dan pemerintah sehingga hasil penelitian dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor pertanian dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.</p>
