Di tengah dinamika perubahan ekonomi yang terus bergerak, kebutuhan untuk mengelola kekayaan dengan bijaksana semakin mendesak. Dalam konteks ini, Permata Bank mengajak nasabah di Medan untuk lebih tanggap dalam menghadapi tantangan finansial yang ada.
Pentingnya Mengelola Kekayaan dengan Bijak
Kekayaan bukan lagi sekadar pertumbuhan aset, tetapi juga menyangkut keputusan finansial yang mendukung berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebutuhan keluarga hingga rencana jangka panjang. Kegiatan Wealth Wisdom 2026 yang kembali hadir di Medan tahun ini mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” dan semangat “Growing Together Through Changes”. Acara ini bertujuan untuk memberikan pandangan yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan kekayaan di setiap tahap hidup.
Dalam konteks ekonomi Sumatera Utara yang bergerak dinamis, hal ini menjadi semakin penting. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Sumatera Utara mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 5,06% pada triwulan II 2026, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp341,05 triliun. Di saat yang sama, inflasi tahunan tercatat sebesar 3,23% pada Agustus 2026. Data ini memberikan gambaran penting bagi nasabah untuk terus memantau perkembangan ekonomi dan menyesuaikan strategi pengelolaan kekayaan mereka.
Memahami Konsep Kekayaan Secara Holistik
Eddie Sajoga, Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, menyampaikan bahwa bagi mereka, kekayaan tidak hanya diukur dari besaran aset, tetapi juga bagaimana kekayaan tersebut dapat mendukung aspek-aspek signifikan dalam hidup. Dari perlindungan keluarga hingga kesehatan dan persiapan untuk generasi mendatang, semua ini menunjukkan pentingnya keseimbangan dan ketangguhan dalam pengelolaan kekayaan.
Enam Pilar Kekayaan dalam Wealth Wisdom 2026
Wealth Wisdom 2026 mengusung enam pilar penting yang membantu nasabah memahami kekayaan secara lebih luas, yaitu:
- Frugality (Hemat)
- Purpose (Tujuan)
- Health (Kesehatan)
- Relation (Relasi)
- Giving (Memberi)
- Moments (Momen)
Keenam pilar ini memberikan kerangka kerja yang menunjukkan bahwa kekayaan tidak hanya terkait dengan aspek finansial, tetapi juga mencakup tujuan hidup, kesehatan, relasi interpersonal, kontribusi sosial, serta momen-momen berharga dalam hidup.
Sesi Edukasi yang Membangun Kesadaran
Di Medan, tema ini diwujudkan melalui tiga sesi edukatif yang saling melengkapi. Sesi pertama membahas keberlanjutan bisnis dan warisan, di mana Dahlan Iskan, mantan Menteri Negara BUMN, berbagi pengalaman tentang kepemimpinan dan pentingnya menjaga nilai-nilai dalam bisnis ketika diserahkan kepada generasi berikutnya.
Sesi kedua, bertajuk “Healthy Body, Resilient Mind”, dipandu oleh dr. Gia Pratama dan dr. dr. Faris Basalamah, yang mengajak peserta untuk memahami pentingnya kesehatan fisik dan mental sebagai fondasi untuk mengambil keputusan yang baik dan menjalani hidup dengan seimbang.
Sesi terakhir, “Reading the Market, Building the Future”, menampilkan Heriyanto Irawan dan Antony Dirga yang membahas dinamika pasar, risiko, dan peluang investasi, serta strategi alokasi aset di tengah kondisi ekonomi yang berubah-ubah.
Ketangguhan dalam Pengelolaan Kekayaan
Ketiga sesi ini menegaskan bahwa ketangguhan dalam mengelola kekayaan dibangun melalui berbagai aspek yang saling terhubung, mulai dari keberlanjutan bisnis dan kesehatan hingga kemampuan untuk mengambil keputusan finansial yang tepat.
Mempersiapkan Generasi Penerus
Persiapan generasi penerus merupakan elemen krusial dalam menjaga keberlanjutan kekayaan. Ini bukan hanya tentang aset yang akan diwariskan, tetapi juga bagaimana generasi muda dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola kekayaan tersebut dengan bijaksana.
Melalui program Permata Masa Depan, anak-anak nasabah dari kelompok usia 15-25 tahun dapat mengikuti Future Leaders Journey Shanghai 2026. Program ini menyediakan pengalaman edukatif yang meliputi kunjungan ke berbagai lembaga pendidikan dan perusahaan terkemuka, seperti Fudan University dan Alibaba Company, guna memperluas wawasan mereka tentang bisnis dan kepemimpinan.
Inovasi dalam Layanan Pengelolaan Kekayaan
Pendampingan dalam pengelolaan kekayaan juga diperkuat dengan hadirnya layanan Digital Transaction Assistance (DiTA). Layanan ini menggabungkan dukungan dari Relationship Manager dengan otorisasi digital, memberikan fleksibilitas kepada nasabah untuk bertransaksi sambil tetap mendapatkan akses ke panduan yang personal.
Selain sesi edukasi, Wealth Wisdom 2026 di Medan menawarkan Wealth Bazaar, ruang interaktif yang memungkinkan nasabah untuk lebih memahami berbagai solusi dan layanan yang ditawarkan oleh Permata Bank. Ini adalah bagian dari pengalaman menyeluruh yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
Komitmen Permata Bank untuk Masyarakat
“Semangat Growing Together bagi kami berarti selalu hadir bersama nasabah saat mereka menghadapi perubahan dan kebutuhan yang berkembang, termasuk dalam mempersiapkan masa depan keluarga dan generasi penerus,” ujar Eddie. “Perjalanan ini membutuhkan dukungan yang relevan dan terus menerus, sesuai dengan kebutuhan nasabah di setiap fase kehidupan mereka.”
Medan menjadi kota keempat dalam rangkaian Wealth Wisdom 2026, setelah Semarang, Makassar, dan Bali. Event tahunan ini diadakan di tujuh kota, berlangsung dari 21 Agustus hingga 22 Oktober 2026, dan akan melanjutkan perjalanan ke Bandung dan Surabaya sebelum ditutup di Jakarta.
