Kementerian P2MI Tetapkan SMKN 2 Batam sebagai Tuan Rumah Program SMK Go Global

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan siswa-siswi SMK di Indonesia. Dalam rangka mendukung program SMK Go Global, Kementerian P2MI melalui Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau, resmi menunjuk SMK Negeri 2 Batam sebagai tuan rumah untuk kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk mempersiapkan calon pekerja migran yang handal dan kompeten.
Pemilihan SMK Negeri 2 Batam sebagai Tuan Rumah
Pemilihan SMK Negeri 2 Batam sebagai tuan rumah dalam program ini tidaklah tanpa alasan yang kuat. Sekolah ini telah memenuhi sejumlah kriteria penting yang dinilai perlu untuk mendukung pelaksanaan program SMK Go Global. Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), Kombes Pol Imam Riyadi, dalam sebuah wawancara pers setelah pembukaan acara tersebut.
“Keputusan ini merupakan terobosan, di mana kita bisa memberdayakan SMK untuk menyelenggarakan pelatihan. Kami menilai kesiapan fasilitas dan aksesibilitas yang ada di SMK Negeri 2 Batam. Setelah mengamati semua aspek tersebut, kami yakin bahwa sekolah ini dapat melaksanakan program SMK Go Global dengan baik,” ungkap Imam pada Rabu, 30 September 2026.
Program Pelatihan SMK Go Global
Sebelum pelatihan di SMK Negeri 2 Batam, Kementerian P2MI telah memulai inisiatif serupa di Batam Tourism Politeknik Tiban, dengan melibatkan 40 peserta. Program ini merupakan langkah awal dari pelaksanaan SMK Go Global yang lebih luas di Kepulauan Riau.
Kementerian P2MI, yang baru dibentuk di bawah kabinet Prabowo, telah meluncurkan program ini di Kepri dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak peserta. “Kami telah membuka dua kelas di Batam Tourism Politeknik, dan hari ini kami melanjutkan dengan pembukaan di SMK Negeri 2 Batam,” lanjut Imam.
Detail Pelatihan dan Manfaatnya
Imam menjelaskan bahwa dalam program ini, mayoritas peserta berasal dari masyarakat Kepulauan Riau. “Program ini direncanakan berlangsung hingga tahun 2029, dan kami akan terus membuka kesempatan pelatihan. Output dari pelatihan ini adalah penempatan peserta di negara tujuan kerja,” paparnya.
- Pelatihan gratis bagi semua peserta
- Sertifikat resmi setelah menyelesaikan pelatihan
- Fasilitas makan siang, sore, dan malam
- Uang saku selama pelatihan
- Kesempatan kerja di luar negeri, termasuk Turki dan negara Eropa
“Pelatihan ini tidak hanya selesai dengan pemberian sertifikat. Kami juga memastikan bahwa peserta akan langsung ditempatkan di luar negeri setelah menyelesaikan program ini,” tambahnya. Melalui pelatihan ini, Kementerian P2MI berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kepri.
Pendaftaran dan Seleksi Peserta
Pendaftaran untuk program pelatihan ini telah dibuka dan diumumkan melalui saluran media sosial resmi P2MI. Pelatihan tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SMK 2, tetapi juga terbuka untuk kalangan umum, termasuk siswa SLTA atau sederajat dan mahasiswa, dengan syarat usia maksimal 35 tahun.
“Alhamdulillah, kami telah mencapai target pendaftaran yang ditetapkan. Kami berencana untuk mengajukan anggaran baru untuk terus melaksanakan program ini,” kata Imam. Pihaknya berkomitmen untuk memperluas jangkauan program dan meningkatkan jumlah peserta.
Persiapan dan Target Program
Imam menegaskan bahwa kecepatan pelaksanaan program ini berkat dukungan semua kementerian dan lembaga yang terlibat. “Target awal kami adalah 100 peserta, tetapi kami sudah mendapatkan lebih dari 500 pendaftar. Kami akan berusaha melebihi target tersebut,” ujarnya.
Selain itu, Kombes Pol Imam juga menyatakan bahwa mereka berencana untuk memperluas pelatihan dengan bidang-bidang lain, seperti pengelasan dan pertanian. “Kami juga ingin mengembangkan pelatihan di bidang lain yang sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Kendala dalam Pelaksanaan
Namun, ada tantangan yang dihadapi, terutama terkait dengan minimnya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kepulauan Riau yang menangani bidang-bidang tersebut. “Saat ini, kami masih kesulitan menemukan LPK yang mampu menangani pelatihan di bidang perkebunan dan pertanian,” ungkapnya.
Peran SMK Negeri 2 Batam dalam Program
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Batam, Drs Rafio, menyatakan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian P2MI. “Kami sangat bersyukur dapat terpilih untuk melaksanakan program istimewa ini,” ujarnya.
Dengan fasilitas yang memadai, Rafio yakin bahwa kolaborasi dengan P2MI akan berhasil. “Kami memiliki fasilitas hotel dan kuliner yang mendukung pelatihan bahasa Inggris dan waiters. Ini adalah bagian dari pengembangan pendidikan yang kami tawarkan,” tambahnya.
Fasilitas dan Pelaksanaan Pelatihan
Rafio menjelaskan bahwa SMK Negeri 2 Batam hanya menyediakan tempat dan fasilitas pendukung, sementara pelaksanaan pelatihan sepenuhnya ditangani oleh pihak P2MI. “Estimasi waktu pelatihan adalah sekitar dua bulan dengan 40 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk masyarakat umum dan alumni SMK,” ujarnya.
Dia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut. “Kami berharap program ini sukses dan dapat melibatkan lebih banyak alumni kami di masa depan,” harap Rafio.
Harapan untuk Masa Depan
Rafio menekankan bahwa harapan mereka adalah agar Kementerian P2MI tetap mempercayakan pelaksanaan program ini kepada mereka di masa depan. “Kami ingin agar alumni kami dapat terlibat dalam program ini dan diberangkatkan ke luar negeri,” tutupnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan akan lahir calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang tidak hanya handal dan kompeten, tetapi juga siap untuk memenuhi kebutuhan di pasar kerja internasional. Program SMK Go Global diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau.



