slot depo 10k slot depo 10k

Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

POLRI

Polsek Petir Respon Cepat, PKBM Maharani Pastikan Tidak Terkait Brimob, Spanduk Telah Diturunkan

Saat berita mencuat di media online tentang penempelan spanduk yang menuliskan “PKBM Maharani merupakan bagian dari keluarga besar Brimob”, Polsek Petir yang dikepalai oleh AKP Priyanto segera mengambil tindakan. Dengan tegas dan cepat, pihak kepolisian mengunjungi lokasi dan melakukan klarifikasi langsung. Artikel ini akan membahas lebih jauh tentang bagaimana Polsek Petir merespon cepat situasi tersebut dan bagaimana PKBM Maharani menanggapi.

Merespon dengan Cepat

Pada malam hari Kamis, 12 Maret 2026, pihak Polsek Petir yang dipimpin langsung oleh AKP Priyanto segera bertindak cepat menanggapi pemberitaan tersebut. Mereka mendatangi PKBM Maharani yang berlokasi di Kampung Leuweung Kolot, Desa Malanggah, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, tempat spanduk tersebut terpasang. Menurut Priyanto, kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan informasi yang beredar dan melakukan klarifikasi langsung dengan pengelola PKBM.

Saat tiba di lokasi, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan pengelola PKBM Maharani dan juga warga sekitar. Mereka mempertanyakan tujuan dan maksud dari penempelan spanduk yang menggunakan nama Brimob. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa spanduk tersebut telah dilepas oleh pengelola PKBM setelah mendapat penjelasan dari petugas kepolisian.

Pentingnya Penggunaan Nama Institusi Polri

AKP Priyanto menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan nama atau atribut yang berkaitan dengan institusi Polri. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat muncul di masyarakat. Setelah mendapat penjelasan dari pihak kepolisian, pengelola PKBM Maharani pun setuju untuk melepas spanduk tersebut.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mencantumkan atau menggunakan nama institusi Polri tanpa izin. Hal ini bertujuan untuk menghindari persepsi yang salah di masyarakat. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Priyanto sebagai Kapolsek Petir.

Penjelasan dari PKBM Maharani

Kepala PKBM Maharani, Hj. Sri Suprapti, memberikan penjelasan terkait pemasangan spanduk tersebut. Menurutnya, penempelan spanduk itu bukanlah bentuk klaim bahwa mereka memiliki hubungan resmi dengan institusi kepolisian, khususnya Brimob. Sri Suprapti mengatakan bahwa penulisan nama Brimob pada spanduk tersebut hanyalah bentuk rasa bangga dan apresiasi mereka terhadap institusi kepolisian.

Pihak PKBM Maharani menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keterkaitan atau hubungan resmi dengan institusi Polri atau Brimob. Sri Suprapti juga mengaku telah memahami penjelasan dari pihak kepolisian dan segera menindaklanjutinya dengan melepas spanduk tersebut. Ia menghargai arahan dari pihak kepolisian dan berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di masyarakat.

Harapan Pihak Kepolisian

Dengan adanya klarifikasi yang telah dilakukan, pihak kepolisian berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan nama atau simbol institusi negara. Tujuannya adalah agar tidak menimbulkan persepsi yang tidak tepat di masyarakat. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan dan ketertiban di masyarakat.

Back to top button