slot depo 10k slot depo 10k

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

Berita Polrestabes MedanHUKUM & KRIMINALmedia terpercayaPosmetro Medan

Dua Pengedar Sabu Ditangkap Setelah Kejar-kejaran di Atas Atap

Aksi dramatis terjadi di Jalan Bilal, Medan Polonia, ketika dua pria yang diduga sebagai pengedar sabu berusaha melarikan diri dari penggerebekan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Dalam upaya mereka untuk menghindari penangkapan, keduanya melompat ke atap rumah warga dan berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya, menciptakan situasi yang menegangkan bagi para petugas yang terlibat.

Penangkapan yang Dramatis

Setelah melalui serangkaian pengejaran, kedua pria tersebut, yang dikenal dengan inisial H dan SS, berhasil ditangkap oleh Satres Narkoba Polrestabes Medan. Penangkapan ini terjadi pada Selasa, 1 September 2026, berkat informasi yang diterima dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang terjadi di sebuah rumah kontrakan di kawasan tersebut.

Informasi dari Masyarakat

Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, mengungkapkan bahwa kedua tersangka merupakan target operasi (TO) pihaknya. Mereka diketahui baru tinggal di lokasi tersebut dan telah mengontrak rumah sejak bulan Juli. Kecurigaan warga terhadap aktivitas mereka menjadi kunci dalam penangkapan ini.

Barang Bukti yang Disita

Dari hasil penggerebekan, pihak kepolisian berhasil menyita empat paket narkotika jenis sabu serta sejumlah uang tunai yang diduga merupakan hasil dari transaksi narkoba. Berdasarkan pemeriksaan awal, terungkap bahwa H dan SS telah menjalankan bisnis ilegal ini selama sekitar dua bulan.

Aksi Melarikan Diri

Pada saat penggerebekan berlangsung, situasi menjadi semakin intens ketika kedua tersangka memilih untuk melarikan diri melalui atap. Para petugas menyaksikan bagaimana H dan SS dengan cepat berlari di atas atap rumah warga, seolah-olah telah mempersiapkan jalur pelarian tersebut sebelumnya.

Pengejaran yang Berhasil

Petugas tidak tinggal diam dan segera melakukan pengejaran. Berkat kerja sama tim yang baik, kedua pengedar sabu tersebut akhirnya berhasil ditangkap. Saat diinterogasi, H dan SS mengakui keterlibatan mereka sebagai pengedar narkoba, yang menunjukkan bahwa mereka tidak hanya beroperasi sebagai konsumen, tetapi juga sebagai bandar.

Strategi Penghindaran

Menurut keterangan AKBP Rafli, kedua tersangka dikenal sering berpindah-pindah tempat tinggal sebagai strategi untuk mengelabui pihak berwajib dan menghindari deteksi. Taktik ini membuat mereka sulit untuk dilacak dan menangkap.

  • Mengontrak tempat tinggal baru setiap beberapa bulan.
  • Menggunakan jalur pelarian yang telah dipersiapkan sebelumnya.
  • Berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penangkapan.
  • Menjalin hubungan dengan jaringan pemasok yang lebih besar.
  • Memanfaatkan kelengahan aparat penegak hukum.

Pengembangan Kasus

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan pengedar narkoba yang lebih besar. Penyidik tengah memburu pihak-pihak yang diduga menjadi pemasok sabu kepada kedua tersangka tersebut.

Komitmen Penegakan Hukum

AKBP Rafli menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan. Upaya untuk menumpas peredaran narkoba akan terus dilakukan dengan serius dan intensif.

Dengan adanya penangkapan ini, diharapkan masyarakat semakin waspada dan berperan aktif dalam melaporkan aktivitas yang mencurigakan. Kerjasama antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari ancaman narkoba.

Related Articles

Back to top button