Rejuvenasi The Nusa Dua Capai 58,53%, ITDC Tingkatkan Kualitas Aset dan Destinasi Wisata

Transformasi kawasan wisata di Bali, khususnya The Nusa Dua, tengah mengalami perkembangan signifikan melalui program rejuvenasi yang diinisiasi oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Hingga minggu ke-36, yaitu pada periode 30 Agustus hingga 5 September 2026, progres fisik dari program ini telah mencapai 58,53%, sebuah lonjakan yang luar biasa dari capaian sebelumnya yang hanya sebesar 23,7%. Hal ini menunjukkan komitmen ITDC dalam memperbaharui dan meningkatkan kualitas aset serta infrastruktur di area tersebut.
Tujuan Rejuvenasi The Nusa Dua
Inisiatif rejuvenasi ini tidak hanya sekadar fokus pada pembaruan fisik, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan fungsi infrastruktur, konektivitas, fasilitas pendukung, ruang publik, serta pengalaman wisata yang menjadi bagian integral dari ekosistem destinasi. ITDC berkomitmen untuk menjaga daya tarik dan daya saing The Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata yang terintegrasi.
I Made Agus Dwiatmika, General Manager The Nusa Dua, menjelaskan bahwa rejuvenasi kawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa aset dan lingkungan destinasi dapat terus beradaptasi dengan kebutuhan wisatawan dan dinamika yang ada dalam industri pariwisata global saat ini. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa The Nusa Dua tetap relevan dan kompetitif.
Peningkatan Kualitas Menyeluruh
Menurut Agus, revitalisasi ini lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur. Ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas kawasan secara menyeluruh, sehingga semua aset dan fasilitas yang ada dapat secara optimal mendukung berbagai aktivitas wisata, pelaku usaha, serta kebutuhan seluruh pemangku kepentingan. Pentingnya peningkatan kualitas kawasan dilakukan secara berkelanjutan agar The Nusa Dua tetap menarik dan kompetitif di tengah perkembangan industri pariwisata.
“Progres 58,53% adalah capaian penting, namun aspek yang lebih utama adalah bagaimana setiap tahapan pekerjaan yang dilakukan mampu meningkatkan fungsi kawasan dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para wisatawan,” tambah Agus. Hal ini menunjukkan fokus ITDC pada hasil yang dapat dirasakan langsung oleh pengunjung dan stakeholder.
Detail Pekerjaan Rejuvenasi
Banyak pekerjaan dalam program rejuvenasi ini terus berlangsung, termasuk:
- Peningkatan dan pembaruan jalan kawasan.
- Penyusunan akses dari Gate AC menuju Peninsula.
- Pembangunan Groin 01 dan Groin 02.
- Pembenahan akses ke Waterblow dan Peninsula.
- Instalasi sistem pengolahan limbah dan resapan air.
Pada periode minggu ke-36, beberapa pekerjaan telah berhasil diselesaikan, di antaranya adalah Groin-2 dan fasilitas toilet di area pantai, yang merupakan bagian dari upaya ITDC untuk meningkatkan kualitas lingkungan di The Nusa Dua.
Pengendalian dan Kualitas Pekerjaan
ITDC bersama dengan kontraktor pelaksana terus melakukan pengendalian terhadap pekerjaan yang dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai target dan tetap memperhatikan kualitas pelaksanaan. Ini adalah bagian dari komitmen untuk memberikan hasil terbaik bagi kawasan.
Optimalisasi Peninsula sebagai Focal Point Destinasi
Salah satu area yang menjadi fokus utama dalam transformasi The Nusa Dua adalah Peninsula Island. Area ini terus ditata untuk menjadi salah satu titik pusat kawasan dengan mengoptimalkan fungsi ruang terbuka yang mendukung aktivitas wisata, rekreasi, dan berbagai Event. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang lebih interaktif dan menarik bagi pengunjung.
Pemanfaatan Peninsula Island tidak hanya sebagai ruang publik, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman destinasi. Agus menekankan bahwa peningkatan infrastruktur di area ini akan sejalan dengan berbagai aktivasi kawasan, sehingga Peninsula Island dapat menjadi lebih hidup, memiliki karakter yang unik, dan memberikan nilai tambah bagi The Nusa Dua.
Pendekatan Holistik dalam Rejuvenasi
ITDC mengadopsi pendekatan yang lebih holistik dalam mengoptimalkan kawasan. Ini melibatkan perhatian terhadap koneksi antara infrastruktur, ruang publik, aktivitas wisata, dan pengalaman pengunjung. Dengan memastikan semua elemen ini saling mendukung, rejuvenasi The Nusa Dua diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi semua pihak yang terlibat.
Keberlanjutan dalam Transformasi
Transformasi kawasan ini juga tetap mengedepankan aspek keberlanjutan. Dengan memiliki sekitar 97 hektar Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang mencakup 27% dari total kawasan, The Nusa Dua juga dipenuhi oleh lebih dari 5.700 pohon dari berbagai jenis vegetasi. Ini merupakan langkah positif dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah perkembangan pariwisata.
Sistem lagoon yang diterapkan di kawasan ini berfungsi untuk mengolah dan memanfaatkan kembali air limbah sebagai irigasi untuk area hijau. Agus menegaskan, “Kami ingin rejuvenasi ini tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan, tetapi juga meningkatkan fungsi, kenyamanan, dan kualitas lingkungan. Aspek keberlanjutan akan selalu menjadi bagian penting dalam setiap langkah pengembangan The Nusa Dua.”
Komitmen ITDC untuk Masa Depan
ITDC berkomitmen untuk melanjutkan pekerjaan rejuvenasi dengan menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas fisik, fungsi kawasan, pengalaman wisata, serta keberlanjutan lingkungan. Ini sejalan dengan visi mereka untuk menjadikan The Nusa Dua sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga nyaman dan berkelanjutan bagi para wisatawan dan seluruh stakeholder.
“Ke depan, kami akan terus fokus menjaga momentum dan mempercepat pekerjaan, dengan tetap mengutamakan kualitas. Kami ingin wajah baru The Nusa Dua tidak hanya lebih baik secara visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih nyaman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi wisatawan serta seluruh pemangku kepentingan,” tutup Agus.
