Tenaga Medis Nias Barat Melakukan OJT Penanganan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal

Peningkatan kualitas layanan kesehatan menjadi hal yang sangat krusial, terutama dalam menangani situasi kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga medis di tingkat puskesmas, kegiatan On-the-Job Training (OJT) diadakan di RSUD dr M Thomsen Nias dari tanggal 28 September hingga 7 Oktober 2026. Pelatihan ini bukan hanya sebuah formalitas, tetapi merupakan langkah nyata untuk memastikan bahwa tenaga kesehatan siap menghadapi tantangan dalam menangani kasus-kasus kritis yang dapat mengancam nyawa ibu dan bayi.
Tujuan dan Peserta OJT
OJT ini diikuti oleh 27 tenaga kesehatan yang terdiri dari 9 dokter umum, 9 bidan, dan 9 perawat yang berasal dari sembilan UPT Puskesmas di seluruh Kabupaten Nias Barat. Peserta dibagi menjadi tiga gelombang pelatihan, dengan setiap gelombang berlangsung selama tiga hari. Proses pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan klinis dan kesiapsiagaan para tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan.
Dalam acara pembukaan, sambutan resmi disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Eferman Halawa SKM MM. Dalam sambutannya, Eferman menekankan pentingnya OJT ini untuk memperkuat kompetensi dan keterampilan para tenaga kesehatan, sehingga mereka dapat menangani kasus kegawatdaruratan dengan lebih cepat dan tepat.
Pentingnya Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan
Eferman juga menyampaikan harapannya agar para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat saat kembali ke unit fasilitas kesehatan masing-masing. Berikut adalah beberapa poin penting yang disampaikan:
- Meningkatkan standardisasi pelayanan rujukan dasar.
- Menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.
- Meningkatkan kemampuan dalam menangani kasus kritis.
- Mendorong kerjasama antar tenaga kesehatan di puskesmas.
- Memberikan pelayanan kesehatan yang responsif dan berkualitas.
Peran RSUD dr M Thomsen Nias
Acara ini kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur RSUD dr M Thomsen Nias yang diwakili oleh Kepala Tata Usaha, Rini Kurniawati Ndruru SKM. Rini menyambut baik pelaksanaan OJT ini sebagai upaya kolaboratif untuk meningkatkan penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal di daerah tersebut.
RSUD dr M Thomsen Nias berkomitmen untuk mendukung penguatan sumber daya manusia di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui berbagai inisiatif, termasuk pendampingan klinis yang berkelanjutan. Rini juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas praktik yang memadai dan perbaikan sistem jejaring rujukan maternal-neonatal yang terintegrasi.
Penguatan Pelayanan Kesehatan Dasar
Melalui penguatan teori dan praktik dalam penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, diharapkan mutu pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Nias Barat dapat semakin optimal. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah tersebut.
Partisipasi Narasumber dan Staf Kesehatan
Acara pelatihan ini juga dihadiri oleh dr Dewi M Pasaribu MKed(Ped) SpA, seorang dokter spesialis anak yang menjadi salah satu narasumber utama dalam OJT ini. Kehadiran beliau dan seluruh jajaran staf RSUD serta staf dari Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat menunjukkan keseriusan dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Melalui sinergi berbagai pihak dan pelatihan yang terarah, diharapkan setiap tenaga kesehatan yang terlibat dapat membawa perubahan yang positif dan signifikan dalam penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal. OJT ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi merupakan investasi untuk masa depan kesehatan masyarakat Nias Barat.
Implementasi Ilmu yang Diperoleh
Setelah menyelesaikan pelatihan ini, para tenaga kesehatan diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Beberapa langkah implementasi yang dapat dilakukan antara lain:
- Menjalankan protokol penanganan kegawatdaruratan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
- Berbagi pengetahuan dengan rekan-rekan sejawat di puskesmas.
- Meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar tenaga kesehatan.
- Melakukan evaluasi berkala terhadap penanganan kasus yang terjadi.
- Terus belajar dan mengikuti perkembangan ilmu kesehatan terbaru.
Dengan adanya OJT ini, para tenaga kesehatan diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam situasi nyata. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan adalah modal berharga dalam tugas sehari-hari mereka.
Kesimpulan
Melalui program OJT penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal ini, Kabupaten Nias Barat menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Dengan adanya pelatihan yang sistematis dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan responsif bagi ibu dan bayi. Setiap tenaga kesehatan yang terlibat adalah bagian dari solusi dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi, serta memastikan bahwa setiap nyawa yang ada di tangan mereka dapat diselamatkan.
