Ketua BK Diduga Terlibat Pecahan Verbal, HMI Cabang Lombok Timur Tanyakan Mekanisme Pengangkatan BK DPRD Lotim

LOMBOK TIMUR – Situasi di dalam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur semakin memanas. Kasus dugaan keterlibatan seorang anggota DPRD berinisial YS dalam pesta minuman keras (miras) kini mulai mengarah pada krisis yang lebih dalam, khususnya mengenai integritas Badan Kehormatan (BK) sebagai lembaga yang bertugas menegakkan kode etik di lingkungan legislatif.
Respons Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Ketua Umum HMI Cabang Lombok Timur, Agamawan Salam, menyampaikan kekecewaannya terhadap Ketua BK DPRD Lombok Timur, Ahyar Rosyidi. Ia menilai bahwa sikap pasif yang ditunjukkan oleh Ketua BK terkesan lebih condong untuk melindungi YS ketimbang menegakkan kode etik. Dugaan adanya benturan kepentingan dan solidaritas kelompok di antara mereka yang bernaung dalam partai politik yang sama, yaitu Partai Perindo, semakin memperburuk situasi.
Sikap BK yang Dipertanyakan
“Sangat disayangkan, Badan Kehormatan yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga kehormatan dan integritas institusi, justru menunjukkan keberpihakan yang mencolok. Tindakan melindungi rekan satu partai ini telah mencederai rasa keadilan publik dan merusak objektivitas fungsi pengawasan legislatif,” tegas Agamawan dalam rilis resminya.
Kecaman Publik
Seiring dengan meningkatnya kritik publik, perhatian kini tertuju pada Ketua BK yang juga diduga terlibat dalam perilaku pelecehan verbal. HMI menilai bahwa serangkaian tindakan amoral ini sangat memalukan dan nyata-nyata telah mencoreng citra serta kehormatan DPRD Kabupaten Lombok Timur sebagai lembaga negara yang seharusnya dihormati.
Dampak Krisis Moral
Akibat dari krisis moral dan stagnasi penegakan etik ini, HMI Cabang Lombok Timur merasa perlu untuk mempertanyakan mekanisme pengangkatan serta penetapan pimpinan Badan Kehormatan DPRD Lombok Timur. Mereka meragukan bahwa proses pengisian posisi di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) tersebut telah berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.
- Proses rekrutmen yang tidak transparan
- Pengabaian terhadap rekam jejak moral
- Politik praktis yang mendominasi
- Kelemahan sistemik dalam tata kelola DPRD
- Potensi konflik kepentingan yang merugikan
Proses Rekrutmen yang Dipertanyakan
Agamawan menegaskan bahwa tidak mungkin fungsi penegakan kode etik dapat berjalan secara objektif dan berwibawa jika proses rekrutmen internalnya diduga tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Pengisian jabatan BK seharusnya mengedepankan rekam jejak moral dan kepatuhan terhadap regulasi, bukan sekadar akomodasi kepentingan politik praktis. Hal ini menunjukkan adanya kelemahan sistemik dalam tata kelola DPRD Lombok Timur.
Pentingnya Nilai Moral dalam Pengangkatan
HMI Lombok Timur menekankan bahwa mereka akan terus mengawal permasalahan ini hingga tuntas. Mereka berkomitmen untuk memastikan bahwa nilai-nilai moralitas dan supremasi hukum tetap dijunjung tinggi di Lombok Timur. Keberanian untuk mengungkapkan kejanggalan dalam proses pengangkatan ini adalah langkah penting dalam menjaga integritas lembaga legislatif.
Dalam menghadapi situasi ini, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam mengawasi dan menuntut transparansi dari para wakil rakyat mereka. Keterlibatan masyarakat merupakan elemen krusial dalam memastikan bahwa kepentingan publik tidak terabaikan, dan bahwa lembaga-lembaga negara menjalankan fungsinya dengan baik dan sesuai dengan harapan rakyat.
Peran Aktif Masyarakat
Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa pengangkatan BK DPRD tidak hanya berdampak pada internal lembaga, tetapi juga pada citra dan kepercayaan publik terhadap DPRD itu sendiri. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dan evaluasi kinerja anggota dewan sangatlah diperlukan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk berperan aktif:
- Menghadiri forum-forum publik yang membahas isu-isu DPRD
- Memberikan masukan dan kritik konstruktif melalui media sosial atau saluran resmi
- Mendorong transparansi dalam proses pengangkatan dan penetapan pimpinan BK
- Menjalin komunikasi yang baik dengan wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi
- Melakukan advokasi terkait isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan publik
Komitmen HMI dalam Pengawasan
Komitmen HMI Cabang Lombok Timur untuk mengawal isu ini bukan hanya sekadar retorika. Mereka bertekad untuk terus menyoroti setiap langkah yang diambil oleh DPRD, khususnya dalam hal pengangkatan BK. HMI percaya bahwa pengawasan yang ketat akan membawa perubahan positif bagi lembaga legislatif dan meningkatkan kepercayaan publik.
Keberadaan lembaga seperti HMI sangat penting dalam mengingatkan para wakil rakyat tentang tanggung jawab moral dan etika mereka. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta lingkungan legislatif yang lebih bersih dan berintegritas.
Kesimpulan: Menuju DPRD yang Berintegritas
Situasi yang tengah dihadapi oleh DPRD Kabupaten Lombok Timur merupakan pengingat akan pentingnya integritas dan moralitas dalam pengambilan keputusan. Dengan adanya tekanan dari masyarakat dan organisasi seperti HMI, diharapkan lembaga legislatif dapat melakukan evaluasi diri dan memperbaiki mekanisme pengangkatan, sehingga pengangkatan BK DPRD Lotim ke depan dapat lebih transparan dan adil.
HMI Cabang Lombok Timur berkomitmen untuk terus mengawal dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh DPRD sesuai dengan aturan dan nilai-nilai moral yang berlaku. Dengan demikian, mereka berharap dapat mendorong terciptanya DPRD yang lebih baik dan mampu memenuhi harapan masyarakat Lombok Timur.




